Otak manusia sejak lama terlatih untuk menyimpan banyak perbandingan berdasarkan versi mereka sendiri, menerjemahkan nilai seratus itu bagus, nilai lima puluh itu jelek. Wajah itu cantik, wajah seperti ini jelek. Hidup seperti ini kaya, hidup seperti itu miskin. Otak manusia keterlaluan pintarnya mengumpulkan semua kejadian-kejadian itu dalam sebuah buku besar, yang disebut buku perbandingan.
Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan, maka itu saatnya kau harus melihat keatas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan. Dan sebaliknya, ketika kau merasa kurang dengan sebuah kesenangan, maka itulah saatnya kau harus melihat kebawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu. Dengan begitu, kau akan pandai bersyukur.
Tere Liye _ Rembulan Tenggelam Diwajahmu
No response to “Bersyukur”
Leave a reply