Bagiku waktu selalu pagi. Diantara potongan dari dua puluh empat jam sehari, bagiku waktu pagi selalu indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring waktu yang menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga jauh di kaki gunung. Pagi berarti satu hari yang melelahkan yang terlampaui lagi. Pagi berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi. Bonjour!
Bersyukur
Otak manusia sejak lama terlatih untuk menyimpan banyak perbandingan berdasarkan versi mereka sendiri, menerjemahkan nilai seratus itu bagus, nilai lima puluh itu jelek. Wajah itu cantik, wajah seperti ini jelek. Hidup seperti ini kaya, hidup seperti itu miskin. Otak manusia keterlaluan pintarnya mengumpulkan semua kejadian-kejadian itu dalam sebuah buku besar, yang disebut buku perbandingan.
Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan, maka itu saatnya kau harus melihat keatas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan. Dan sebaliknya, ketika kau merasa kurang dengan sebuah kesenangan, maka itulah saatnya kau harus melihat kebawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu. Dengan begitu, kau akan pandai bersyukur.
Tere Liye _ Rembulan Tenggelam Diwajahmu
Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan, maka itu saatnya kau harus melihat keatas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji, masa depan. Dan sebaliknya, ketika kau merasa kurang dengan sebuah kesenangan, maka itulah saatnya kau harus melihat kebawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu. Dengan begitu, kau akan pandai bersyukur.
Tere Liye _ Rembulan Tenggelam Diwajahmu
"Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti walau menyakitkan itu harus di lalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan. Ketahuilah, memaafkan orang lain jauh lebih mudah dibandingkan memaafkan diri sendiri."
Tere Liye _ Sunset Bersama Rosie
Tere Liye _ Sunset Bersama Rosie
"Ada banyak cara menikmati sepotong kehidupan saat sedang tertikam belati sedih. salah satunya menerjemahkan banyak hal yang menghiasi dunia dengan cara tak lazim. Saat melihat awan di angkasa. saat melihat wajah-wajah lelah pulang kerja. Saat melihat tampias air yang membuat membekas di langit-langit kamar, dengan pemahaman yang berbeda maka kalian merasakan sesuatu yang beda pula. Memberikan kebahagiaan yang utuh yang jarang disadari atas makna detik demi detik kehidupan."
Selasa, 28 Mei 2013
Hidup Bukan Seperti Novel
Hidup ini tidak seperti novel, yang kalau halaman sekarang terasa sesak, sedih, menyakitkan, penuh masalah, maka dengan bersabar membaca hal 10,20 halaman berikutnya semua selesai, berubah menjadi membahagiakan. Apalagi seperti film, yang cukup beberapa menit berubah menjadi happy ending.
Di kehidupan nyata , kita perlu 10,20 hari, bulan bahkan tahun harus terus bersabar agar semuanya selesai, berubah menjadi membahagiakan. Karena itulah, menjadi dewasa oleh kehidupan, memiliki pemahaman yang baik karena proses kehidupan akan menjadikan seseorang lebih kuat dan lebih kuat lagi. Tetapi, seringkali manusia cenderung melihat sesuatu hanya dari sesuatu yang kasat mata, padahal langit sudah merencankan sesuatu yang lebih besar yang tak pernah terbayangkan oleh kasat matanya manusia
Di kehidupan nyata , kita perlu 10,20 hari, bulan bahkan tahun harus terus bersabar agar semuanya selesai, berubah menjadi membahagiakan. Karena itulah, menjadi dewasa oleh kehidupan, memiliki pemahaman yang baik karena proses kehidupan akan menjadikan seseorang lebih kuat dan lebih kuat lagi. Tetapi, seringkali manusia cenderung melihat sesuatu hanya dari sesuatu yang kasat mata, padahal langit sudah merencankan sesuatu yang lebih besar yang tak pernah terbayangkan oleh kasat matanya manusia
Kamis, 23 Mei 2013
Andaikata..
Andaikata semua kehidupan dunia ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan. Kemudian kau akan membenak pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah dari menatap rembulan di langit. Kau tidak tau apa itu, karena ilmumu terbatas. Kau hanya yakin, bila tidak di kehidupan ini suatu saat pasti akan ada yang lebih mempesona dibandingkan menatap sepotong rembulan yang sedang bersinar indah.
"Kalau Tuhan menginginkan terjadi, maka sebuah kejadian pasti terjadi. Tidak peduli seluruh isi langit-bumi bersekutu menggagalkannya. Sebaliknya, kalau Tuhan tidak menginginkannya, maka sebuah kejadian niscaya tidak akan terjadi, tidak peduli seluruh isi langit-bumi bersekutu melaksanakannya."
"Kalau Tuhan menginginkan terjadi, maka sebuah kejadian pasti terjadi. Tidak peduli seluruh isi langit-bumi bersekutu menggagalkannya. Sebaliknya, kalau Tuhan tidak menginginkannya, maka sebuah kejadian niscaya tidak akan terjadi, tidak peduli seluruh isi langit-bumi bersekutu melaksanakannya."
Seperti Itukah, Ibu?
Perasaan adalah meski secuil, walau setitik hitam di tengah lapangan putih, dia bisa membuat seluruh tubuh jadi sakit, kehilangan selera makan, kehilangan semangat. Hebat sekali benda yang bernama perasaan iu. Dia bisa membuat hari menjadi cerah dalam sekejap padahal dunia sedang mendung dan dikejap berikutnya mengubah harimu menjadi buram padahal dunia sedang terang menderang.
-Tere Liye, kau, aku dan sepucuk angpau merah-
Kau membunuh setiap pucuk perasaan itu tumbuh satu langsung kau pangkas. Bersemi satu langsung kau injak. Menyeruak satu langsung kau cabut tanpa ampun. Kau tak pernah memberi satu kesempatan, karena itu tak mungkin bagimu? kau malu mengakuinya walau sedang sendiri. Bagaimana mungkin kau mencintai gadis kecil yang ingusan ini? pertanyaan itu yang selalu mengganggumu. salahkah ini?
Oh ibu, jika dua orang itu benar-benar saling menyukai dan mencintai, biarlah. Bukan berarti mereka harus bersama saat ini juga. Tunggu di waktu yang tepat, saat semua sudah siap. Maka kebersamaan itu menjadi "hadiah" daripada kebahagiaan mereka yang tertunda, hebat untuk orang-orang yang bersabar. Oh ibu, jika belum waktunya, biarkan diri ini merawat kasih dalam doa dan berbagi kisah dalam diam. Aku takut melanggarnya ibu karena banyak larangan telah tertulis. Biarlah, waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa itu semakin besar keberadaanya ataukah akan memudar.
"Meskipun tidak bilang, itu tetap cinta, bukan?
Tidak akan berkurang nilainya."
- Darwis Tere Liye
.jpg)